· Mengumumkan kematiannya
Hal ini hukumnya sunnah agar orang-orang disekitar menghadiri jenazah. Seperti yang dilakukan Rasululllah yang memberitahukan wafatnya raja An-Najasyi kepada banyak orang ketika raja itu wafat. [1] Akan tetapi jikalau mengumumkannya lewat pengeras suara atau melalui papan pengumuman di masjid-masjid maka itu tidak diperbolehkan.
· Memandikannya
Memandikan mayit hukumnya fardhu kifayah, baik mayit itu anak kecil atau dewasa, berdasarkan hadist Ummu Athiyyah ra., ia berkata: Nabi saw. menjumpai kami, ketika kami sedang memandikan putri beliau. Beliau bersabda: Mandikanlah ia tiga kali atau lima kali atau lebih banyak lagi bila menurut kalian hal itu perlu, dengan air dan daun bidara. Dan pada basuhan terakhir bubuhkanlah kapur barus atau sedikit kapur barus. Kalau kalian sudah selesai, beritahukanlah aku. Ketika kami selesai, kami memberitahu beliau, lalu beliau memberikan kain beliau kepada kami seraya bersabda: Pakaikanlah ini padanya. (Shahih Muslim No.1557)[2]. Kecuali orang yang syahid di medan perang, maka mereka tidak perlu dimandikan. Seperti yang disabdakan Rasulullah dalam hadistnya,

